logo


PENGUNJUNG ONLINE

Ada 51 tamu online

Search

PARIWARA

Sejak Kab. Pasaman Dipimpin Benny Utama

article thumbnail

Selain Bertabur Prestasi, No 4 Besar di Pulau Sumatera Tak bisa dipungkiri dan memang kenyataan fakta membuktikan bahwa Kabupaten Pasaman yang dinahkhodai oleh Benny Utama dari waktu kewaktu te [ ... ]


Lainnya
Home KOTA Kota Padang Panjang Berapa Honor Sebenarnya di ISI Padang Panjang? Irsyad Adam Hanya Dibayar Rp. 40 Ribu Per Bulan
Berapa Honor Sebenarnya di ISI Padang Panjang? Irsyad Adam Hanya Dibayar Rp. 40 Ribu Per Bulan
Ditulis oleh Mingguan BAKINNews   
Rabu, 21 Juli 2010 16:12
Ironis memang,kakak kandung dari Hoerijah Adam yang namanya sudah di monumenkan di salah satu gedung pertunjukan STSI Padangpanjang dan dipakai saat peresmian STSI menjadi ISI, Irsyad Adam hanya dibayar 40 Ribu Rupiah sebagai staf honorer pengajar di STSI Padangpanjang. Dimanakah penghargaan dari pelaku seni itu sendiri?

--Abrar: Sangat Disayangkan Sekali

Padangpanjang, BAKINNews---Hoerijah Adam, itulah salah satu nama dari gedung pertunjukan yang ada di kampus ISI (STSI) dan juga dijadikan tempat peresmian nama Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) yang diresmikan langsung oleh Mentri Pendidikan baru-baru ini. Nama tersebut, dimonumenkan di ISI, untuk mengenang salah satu pelaku seni yang telah membesarkan nama Institut Seni yang ada di kota Serambi Mekah ini.

      Tahukah Anda siapa Hoerijah Adam? Beliau adalah adik kandung dari Irsyad Adam yang saat ini masih aktif memberikan ilmunya yang sangat istimewa tersebut ke Mahasiswa ISI, sebagai tenaga honorer. Dibalik itu semua, siapa yang tak tahu dengan Irsyad Adam, banyak kalangan pecinta seni, manantikan pertunjukan dari gesekan biolanya.

Namun, setelah keluarnya berita di BAKINNews mengenai keadaan diri dari seorang Irsyad Adam yang bisa dikatakan sudah dimakan usia tersebut. Banyak kalangan yang menyayangkan, apa yang diterima oleh Irsyad Adam di ISI Padangpanjang, tidaklah layak.

Sedemikan banyaknya respon yang menyayangkan hal tersebut, salah satunya adalah Abrar, S.Ag., sebagai tokoh Masyarakat Padangpanjang, juga sedang menjalani amanah Masyarakat di DPRD Kota Padangpanjang.

Kepada BAKINNews Abrar mengatakan, kalau benar Irsyad Adam hanya dibayar Rp. 40 Ribu, ini benar-benar memiriskan. Tapi sayangnya, lanjut Abrar, ISI adalah Lembaga Pendidikan Vertikal, yakni lembaga yang langsung dibawah Dirjen Pendidikan, dalam hal ini saya tidak bisa menanggapi secara langsung.

“Saya tidak bisa menanggapi hal ini langsung kelembaganya sebagai Anggota DPRD, mengingat ISI adalah lembaga Vertikal, dalam hal ini Saya tidak punya wewenang penuh.  Namun, saya hanya bisa memberi himbaunan sebagai tokoh Masyarakat Padangpanjang, sebab Irsyad Adam adalah Warga dari Padangpanjang sendiri, untuk mengkaji ulang honor yang diberikan tersebut,” jelas Abrar.

Dikatakan, disini timbul pertanyaan Saya, bebarapa sebenarnya honor dari dari pengajar honorer yang sebenarnya di ISI? Mengingat pembayaran Rp. 40 Ribu tersebut, sangat jauh dibawah Upah Minimum Regional dan Upah Minimum Propinsi (UMR dan UMP).

“Berapa sebenarnya upah dari tenaga pengajar honor di ISI? Tapi himbauan Saya, bayarlah honor sesuai dengan Ilmu yang di berikannya di Kampus ISI. Sebab menurut Saya, Rp. 40 Ribu belumlah layak dan masih jauh dari kesejahteraan. Maka dari itu untuk ISI, Saya tekankan, bayarlah secara layak sesuai dengan pembayaran yang sebenarnya,” tegas Abrar mengakhiri.

Seperti yang diberitakan BAKINNews sebelumnya yang berjudul Puluhan Tahun Mengabdi di STSI, Irsyad Adam Yang Setara Dengan Idris Sardi Hanya Dibayar Rp. 40 Ribu Perbulan

Irsyad Adam, Adik Kandung dari Bustanul Arifin Adam dan Kakak Kandung dari Hoerjiah Adam yang namanya sudah di monumenkan disalah satu gedung yang ada di STSI ini, dalam pengabdiannya terhadap seni di STSI, sebagai tenaga honorer, hanya di hargai Rp. 40 Ribu setelah dipotong Pajak. Manusiawikah?

Seperti yang dituturkan oleh Irsyad Adam sendiri di Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina Kota Padangpanjang, Selasa (6/7), mengatakan, honor Rp. 40 Ribu yang diterimanya setiap bulan setelah dipotong pajak tersebut, telah terjadi sejak dari Tahun 90 an sampai saat ini, setelah Beliau pensiun dari ASKI (nama STSI kala itu-red), tak ada peningkatan.

Laki-laki yang sudah dimakan usia ini menuturkan kisahnya kepada BAKINNews, awalnya Beliau di Jogya setelah menamatkan sekolah seni di luar negeri dan bekerja di sekolah musik AMI Jogya dan kala itu STSI belum ada, di Jogya sebagai tenaga harian, lalu pindah ke Jakarta. Nasib baik sesampai di Jakarta, SK pegawai negeri-pun keluar.

“Selama di Jakarta mengajar seni 3 Tahun, setelah adanya ASKI, Saya diminta untuk pindah ke Padangpanjang (masih satu Tahun berdirinya ASKI), berikut juga dengan Bustanul Arifin Adam yang menjadi Ketua ASKI saat itu. Saat ini saya mengajar Biola di jurusan Seni Musik,” ujarnya dengan tatapan kosong.

Lanjutnya, Saya sudah mengajar di ASKI dari Tahun 67, sedangkan Tahun 80 baru ada jurusan musik. Setelah Saya pensiun dari ASKI dan tenaga Saya masih dipakai, maka Saya tetap mengabdi sebagai pengajar honorer di ASKI yang saat ini bernama STSI dan akan berganti menjadi ISI,” terangnya berkisah.

Hal tersebut, dibenarkan oleh Kepala Humas STSI Dafit Rajo Alam atau biasa dipanggil Suhu ini. Kepada BAKINNews Dafit mengatakan, tidaklah layak sebagai pelaku seni pertama di Sumatera Barat ini, dinilai hanya dengan Rp. 40 Ribu saja.

“Sedapatnya, STSI yang akan maju menjadi ISI ini, juga maju pola pikirnya mengenai penghargaan terhadap pelaku-pelaku seni dan perintis seni yang honorer di STSI, hanya dihargai tak lebih dari tukang sampah, malah lebih besar gaji tukang sampah saat ini,” papar Dafit. BIN 666

 

               

 
Joomla! is used for?
 

Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1554
mod_vvisit_counterKemarin10187
mod_vvisit_counterMinggu Ini26791
mod_vvisit_counterMinggu Kemaren73681
mod_vvisit_counterBulan Ini185997
mod_vvisit_counterBulan Kemaren179375
mod_vvisit_counterSemuanya3453209

We have: 22 guests, 28 bots online
Your IP: 54.234.231.49
 , 
Today: Mei 24, 2013

INVESTIGASI

Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok
09-06-2010 | Mingguan BAKINNews
article thumbnail

Hati-Hati Menerima Ajaran Agama Solok, BAKINNews--- Hal yang sama juga dikomentari oleh Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok, Jum’at (4/6) di Solok terhadap Ajaran sesat dan menyesatkan umat Islam yan [ ... ]


Lainnya

POLITIK

Bupati Tuntut PNS Berlaku Netral Dalam Pemilu Kada
12-06-2010 | Mingguan BAKINNews
article thumbnail

Agam, BAKINNews---Bupati Agam H. Aristo Munandar buka kartu, tentang keberadaan Dinas Kominfo Agam. Menurutnya, Dinas Kominfo bukan tukang foto, tetapi corong Pemkab Agam. Fungsinya sangat strategis d [ ... ]


Lainnya


Situs Resmi Portal Mingguan Bakinnews.com | Developer by Multisoft 165 | Qinqua.com