HEADLINEWS
PENGUNJUNG ONLINE
Ada 71 tamu onlineSearch
PARIWARA
| Sejak Kab. Pasaman Dipimpin Benny Utama Selain Bertabur Prestasi, No 4 Besar di Pulau Sumatera Tak bisa dipungkiri dan memang kenyataan fakta membuktikan bahwa Kabupaten Pasaman yang dinahkhodai oleh Benny Utama dari waktu kewaktu te [ ... ] |
| Lainnya |
| Bau Busuk Menyengat Hidung Sampah Berserakan |
| Ditulis oleh Mingguan BAKINNews |
| Senin, 30 Juli 2012 07:49 |
|
Sijunjung (Sumbar), BAKINNews---Bau busuk yang menyengat hidung, sampah dan limbah berserakan di Pasar Sijunjung, setelah hari Pasar Kamis membuat pengunjung dan warga sekitarnya resah. Kendatipun, telah sering disampaikan kepada pengurus pasar, Pemerintahan Nagari dan Kecamatan, tetapi sampai kini tampaknya belum ada perubahan. Seolah-olah keluhan masyarakat itu dianggap angin lalu saja. Selama bulan puasa ini, pengunjung dan warga sekitarnya merasa mual, akibat bau busuk dan joroknya Pasar Sijunjung. Tetapi, keluhan masyarakat itu tidak ditanggapi, apakah perlu masyarakat mengadakan tindakan? Sebenarnya, seorang pimpinan yang arif dan bijaksana, tidak perlu menunggu tindakan dari masyarakatnya. Sebab, kalau sudah masyarakat melakukan tindakan, pemerintah akan repot dan terbayar mahal, baik secara moral atau pun material, kata H. Basri Rajo Mudo, salah seorang tokoh masyarakat Sijunjung, sewaktu bincang-bincang dengan BAKINNews beberapa hari lalu di Sijunjung. Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun BAKINNews dari pekerja K3 pasar Sijunjung yang tidak mau ditulis namanya, jumlah petugas kebersihan Pasar Sijunjung hanya 6 orang yang bekerja kadang kalanya hanya 3 orang. Masing-masing mereka diberi imbalan Rp. 35.000/hari. Sampah yang sudah dikumpulkan pada tempat tertentu, tidak terangkat pada hari itu, karena becak, mobil dan kendaraan pengangkutnya yang sering rusak. Tugas pekerja kebersihan hanya mengumpulkan sampah, jika yang bekerja hanya 2 sampai 3 orang, sampah yang ada dilokasi pasar tidak bisa dikumpulkan satu hari, melainkan sampai dua dan tiga hari. Bersamaan dengan itu, sampah hari Pasar Kamis belum terangkat, sampah pedagang harian sudah berserakan pula, sehingga bau busuk yang menyengat hidung dari limbah dan tumpukan sampah sulit dihindari, tutur petugas kebersihan yang takut dituliskan namanya. Los pasar yang menunggu roboh, sampah yang berserakan dan kondisi pasar yang kumuh, merupakan pertanda pengurus pasar dan pemerintah tidak sanggup mengelola pasar secara benar. Mereka hanya mampu menghabiskan uang penghasilan pasar, tetapi tidak mampu merawat, memelihara dan membangunnya, kata H. Basri Rajo Mudo yang merasa heran dengan tingkah laku dan tindak tanduk pengurus pasar tersebut. Pasar Sijunjung sejak berdirinya adalah pasar serikat, tetapi sejak beberapa tahun belakangan ini, entah ulah siapa, Pasar Sijunjung dijadikannya Pasar Nagari. Akibatnya, Pasar Sijunjung terus mendatangkan masalah. Barang kali, akibat dari menghilangkan sejarah dan menghilangkan hak orang lain. Hendaknya Pemerintah Kabupaten Sijunjung mengembalikan status Pasar Sijunjung kepada pasar serikat, kata Basri Rajo Mudo, jika sulit untuk mengembalikan kepada pasar serikat, sebaiknya dijadikan pasar ibu Kabupaten Sijunjung yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten yang pengurusnya di SK-kan oleh Bupati dan bertanggungjawab kepada Bupati. Apalagi, daerah Kabupaten Sijunjung sampai kini belum punya pasar sama sekali, dan sudah saatnya sekarang Pemerintah Daerah melangkah ke arah itu. BIN Erja/Ebit
|
10 TERPOPULER
- Menyorot Tingkah Laku Gamawan Fauzi
- Angka 5 yang Sempurna
- Edannya Dunia Maya VGMC, Ratusan PNS Terhenyah
- DINAS KESEHATAN PROPINSI SUMATERA BARAT
- Berapa Honor Sebenarnya di ISI Padang Panjang? Irsyad Adam Hanya Dibayar Rp. 40 Ribu Per Bulan
- Terungkap Setelah Direktur PT. RHM Mengamuk di Kantor Dinas PU
- Fenomena Kepala Botak di Pemkab Solok
- Payakumbuh Menuju Kota Penghasil Sapi Potong Terbesar
- Saksi Kecurangan Pilkada Pasbar Buka Suara di MK
- Ada Apa Dengan Guru Idris Sardi Dan Kakak Kandung Hoerijah Adam Pendiri ISI
Pengunjung Web







![]() | Hari Ini | 747 |
![]() | Kemarin | 10187 |
![]() | Minggu Ini | 25984 |
![]() | Minggu Kemaren | 73681 |
![]() | Bulan Ini | 185190 |
![]() | Bulan Kemaren | 179375 |
![]() | Semuanya | 3452402 |
Your IP: 23.22.212.158
,
Today: Mei 24, 2013
KOTA
| Pembahasan Tanah 240 Ha Kembali Mentok : 22-05-2013 | Mingguan BAKINNews Pansus Dewan Kembalikan Rumusan Tim Pemko Solok (Sumbar), BAKINNews---Pembahasan Kasus Tanah Konsolidasi 240 Ha Kel. Nan Balimo Kec. Tanjung Harapan antara Pansus DPRD Kab. Solok dengan Pemko So [ ... ] |
Lainnya
|
KABUPATEN
| Oknum Anggota DPRD Pasaman Barat Diduga Main Proyek 20-05-2013 | Mingguan BAKINNews Kejari Segera Sikapi Perangai Anggota Dewan Pasaman Barat (Sumbar),BAKINNews---Perangai oknum anggota DPRD Kab. Pasaman Barat yang diduga melakukan intervensi kepada sejumlah SKPD dalam meminta [ ... ] |
Lainnya
|
INVESTIGASI
| Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok 09-06-2010 | Mingguan BAKINNews Hati-Hati Menerima Ajaran Agama Solok, BAKINNews--- Hal yang sama juga dikomentari oleh Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok, Jum’at (4/6) di Solok terhadap Ajaran sesat dan menyesatkan umat Islam yan [ ... ] |
| Lainnya |
POLITIK
| Bupati Tuntut PNS Berlaku Netral Dalam Pemilu Kada 12-06-2010 | Mingguan BAKINNews Agam, BAKINNews---Bupati Agam H. Aristo Munandar buka kartu, tentang keberadaan Dinas Kominfo Agam. Menurutnya, Dinas Kominfo bukan tukang foto, tetapi corong Pemkab Agam. Fungsinya sangat strategis d [ ... ] |
| Lainnya |
Situs Resmi Portal Mingguan Bakinnews.com |
Developer by Multisoft 165 | Qinqua.com






