logo


PENGUNJUNG ONLINE

Ada 80 tamu online

Search

Home KOTA Kota Padang RUPS LB Semen Gresik Setujui Pembangunan Indarung VI
RUPS LB Semen Gresik Setujui Pembangunan Indarung VI
Ditulis oleh Mingguan BAKINNews   
Jumat, 29 Juni 2012 03:47

Padang (Sumbar), BAKINNews---Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT. Semen Gresik (Persero) Tbk akhirnya menyetujui pembangunan proyek Indarung VI (SGG III) di Indarung, Kota Padang. “Alhamdulillah, RUPS LB PT. Semen Gresik (Persero) Tbk yang salah satu agendanya adalah membahas pembangunan pabrik baru menyetujui pembangunan pabrik Indarung VI yang kita usulkan. Dan, direncanakan pabrik ini bisa selesai pada kuartal IV 2012,” kata Direktur Utama PT. Semen Padang Munadi Arifin, usai menghadiri RUPS LB Semen Gresik di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (26/6).

Proyek Indarung VI dengan kapasitas 3 juta ton pertahun, diperkirakan menelan dana sebesar Rp. 3,25 Triliun dengan pembiayaan 30 persen modal sendiri dan 70 persen dana pinjaman. Menurut Munadi, disetujuinya pembangunan pabrik Indarung VI ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumbar, Pemko dan DPRD Padang, tokoh-tokoh dan masyarakat Padang dan Sumatera Barat. “Kami menyampaikan terima kasih atas semua dukungan tersebut, sehingga pabrik Indarung VI bisa disetujui,” kata Munadi.

 Ia mengungkapkan, setelah RUPS LB Semen Gresik ini, selanjutnya akan dilakukan RUPS LB Semen Padang untuk penetapan pembangunan pabrik Indarung VI di Padang. Agar proyek ini bisa diselesaikan lebih awal, Munadi juga berharap dukungan semua pihak baik Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Selain itu juga perlu dukungan PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) untuk pengangkutan semen ke Teluk Bayur, dukungan PLN dalam penyediaan power listrik untuk pabrik baru dan dukungan pihak Pelindo untuk memperluas Pelabuhan Teluk Bayur.

“Begitu pula dengan masyarakat untuk membantu kelancaran transportasi darat dari Indarung-Teluk Bayur,” tambahnya. Sejalan dengan itu, PT. Semen Padang juga tengah mempersiapkan berbagai perizinan untuk bahan baku pabrik, dilahan 412 hektare di Bukit Karang Putih, Indarung. Menurut Munadi, PT. Semen Padang tengah menunggu keluarnya izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) lahan 412 hektar dari Pemko Padang. Yang sudah selesai adalah Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari Pemko. Kedua dokumen itu nantinya diajukan kepada Menteri Kehutanan untuk pengurusan izin pinjam pakai lahan 412 hektar. Selain itu, PT. Semen Padang juga membutuhkan pertimbangan teknis dari Direktur.

 

Antisipasi Permintaan Semen

Dirut PT. Semen Gresik (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto dalam RUPS LB menyampaikan,  tujuan pembangunan pabrik baru tersebut adalah, karena mutilisasi pabrik di Semen Gresik Grup saat ini telah mencapai maksimal sehingga untuk mengantisipasi permintaan semen dan untuk mempertahankan pangsa pasar, perusahaan harus menambah kapasitas produksi. Sebagai contoh Tahun 2012 ini saja, kemampuan produsen semen nasional memenuhi permintaan pasar di Indonesia diperkirakan minus 1,5 juta ton.

Selain itu, menurut Dwi tujuan pendirian pabrik baru adalah untuk mempertahankan pangsa pasar perusahaan dalam negeri, memaksimumkan pendapatan Perseroan, dan dalam rangka memenuhi pasokan, dan penghematan biaya distribusi. Disamping itu juga untuk mendukung program pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3E1).

Selain pembangunan pabrik Indarung VI di Padang, juga dibangun pabrik baru di Rembang Jawa Tengah, dengan kapasitas terpasang masing-masing 3 juta ton per tahun dengan total investasi sebesar Rp. 6,967 Triliun.

Secara bisnis sebenarnya, pembangunan pabrik baru PT. Semen Padang lebih menguntungkan bila dibangun dekat dengan pasar, misalnya dikawasan utara Sumatera. Namun mengingat tingginya hubungan emosional masyarakat Sumbar dengan PT. Semen Padang, maka manajemen PT. Semen Padang mengusulkan agar pembangunan pabrik itu dilaksanakan di Kota Padang.

Penambahan pabrik baru merupakan hal mutlak harus dilakukan PT. Semen Padang, untuk meningkatkan daya saingnya ditengah kompetisi perusahaan semen di Indonesia. Disaat meningkatnya demand (permintaan) semen nasional, market share PT. Semen Padang terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Saat ini, kapasitas produksi pabrik semen tertua di Indonesia ini adalah 6 juta ton. Di Sumatera market share PT. Semen Padang pada Tahun 2010 sebesar 44,76 persen dan Tahun 2011 turun menjadi 43,13 persen. Hingga Mei 2012 ini, market share PT. Semen Padang di Sumatera adalah 43,49 persen.

Penurunan market share PT. Semen Padang juga terjadi secara Nasional. Pada Tahun 2010, market share PT. Semen Padang 12,90 persen dan Tahun 2011 menurun menjadi 12,13. Hingga Mei 2012, market share PT. Semen Padang turun menjadi 12,06 persen. Dilain pihak, demand semen secara Nasional terus mengalami peningkatan dari 40,77 juta ton Tahun 2010, menjadi 48 juta ton Tahun 2011. Dari data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) pada Januari hingga April 2012 terjadi peningkatan demand semen 16,6 persen atau setara dengan volume semen sebesar 16,684 juta ton.

Pembangunan Indarung VI sangat diharapkan masyarakat Sumbar karena akan memberikan multiplier efect pada daerah. Proyek ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja baru sebanyak 1.000 orang, menambah perputaran uang sebesar Rp. 10 Triliun, meningkatkan pajak dan deviden kepada daerah dan negara sebesar Rp. 300 Miliar, penambahan dana CSR Rp. 10 Miliar.

Selama ini, perputaran uang dengan kehadiran PT. Semen Padang adalah Rp. 15 Triliun pertahun, pajak dan deviden pada Negara Rp. 900 Miliar. Sementara kontribusi PT. Semen Padang pada Negara dan daerah adalah sebesar Rp. 1 Triliun.

Pada Tahun 2011, Semen Padang memproduksi sebanyak 6,152 juta ton atau tercapai 108,39 persen dari produksi Tahun 2010 sebesar 5,675 juta ton. Sedangkan volume penjualan tahun 2011 adalah 6,212 juta ton atau tercapai 105,01 persen dari volume penjualan tahun 2010 sebesar 5,915 juta ton.

PT. Semen Padang pada Tahun 2011 telah menyalurkan sebanyak 15,37 Miliar dana Program Kemitraan yang terdiri dari pinjaman untuk mendukung sektor ekonomi kerakyatan sebesar Rp. 8,10 Miliar, hibah untuk mendukung sektor ekonomi kerakyatan Rp. 748,9 Juta dan beban operasional dan investasi Rp. 6,51 Miliar.

Sedangkan dana Bina Lingkungan yang disalurkan selama Tahun 2011 adalah sebesar Rp. 11,897 Miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi bantuan pengembangan sarana umum Rp. 3,71 Miliar, bantuan pendidikan dan pelatihan Rp. 2,44 Miliar, bantuan sarana ibadah Rp. 1,81 Miliar, bantuan peningkatan kesehatan masyarakat Rp. 2,62 Miliar, bantuan bencana alam Rp. 159,7 Juta, pelestarian alam Rp. 962,9 Juta dan untuk BUMN Peduli Rp. 11,89 Miliar. BIN SP

 

 
Joomla! is used for?
 

Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini5932
mod_vvisit_counterKemarin5445
mod_vvisit_counterMinggu Ini38997
mod_vvisit_counterMinggu Kemaren60235
mod_vvisit_counterBulan Ini154736
mod_vvisit_counterBulan Kemaren236372
mod_vvisit_counterSemuanya3658320

We have: 18 guests, 63 bots online
Your IP: 50.16.166.175
 , 
Today: Jun 19, 2013

INVESTIGASI

Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok
09-06-2010 | Mingguan BAKINNews
article thumbnail

Hati-Hati Menerima Ajaran Agama Solok, BAKINNews--- Hal yang sama juga dikomentari oleh Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok, Jum’at (4/6) di Solok terhadap Ajaran sesat dan menyesatkan umat Islam yan [ ... ]


Lainnya

POLITIK

Bupati Tuntut PNS Berlaku Netral Dalam Pemilu Kada
12-06-2010 | Mingguan BAKINNews
article thumbnail

Agam, BAKINNews---Bupati Agam H. Aristo Munandar buka kartu, tentang keberadaan Dinas Kominfo Agam. Menurutnya, Dinas Kominfo bukan tukang foto, tetapi corong Pemkab Agam. Fungsinya sangat strategis d [ ... ]


Lainnya


Situs Resmi Portal Mingguan Bakinnews.com | Developer by Multisoft 165 | Qinqua.com