logo


PENGUNJUNG ONLINE

Ada 40 tamu online

Search

PARIWARA

Sejak Kab. Pasaman Dipimpin Benny Utama

article thumbnail

Selain Bertabur Prestasi, No 4 Besar di Pulau Sumatera Tak bisa dipungkiri dan memang kenyataan fakta membuktikan bahwa Kabupaten Pasaman yang dinahkhodai oleh Benny Utama dari waktu kewaktu te [ ... ]


Lainnya
Home PARIWARA Pariwara Kota Payakumbuh Berhasil Meraih
Kota Payakumbuh Berhasil Meraih
Ditulis oleh Mingguan BAKINNews   
Sabtu, 09 Juni 2012 04:58

Piala Adipura, Kalpataru,

Adiwiyata dan SLHD

Sepertinya, ini benar-benar kabar hebat dan sangat membanggakan bagi warga Kota Payakumbuh. Betapa tidak, pasangan Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain dan Wakil Walikota H. Syamsul Bahri yang akan mengakhiri masa baktinya, 23 September 2012 mendatang, justru berhasil mengukir sejarah baru menggondol empat penghargaan sekaligus dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2012.

Tak hanya itu, ternyata Payakumbuh kota pertama di Indonesia yang mampu memboyong empat gelar sekaligus. Sebuah rekor prestasi yang sulit dipecahkan bagi Kota/Kabupaten lainnya  di Tanah Air ini.

 Keempat gelar yang diraih itu adalah Piala Adipura, lambang supremasi tertinggi bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Ini merupakan, Piala Adipura keenam yang diraih Payakumbuh, dengan status kota sedang, setelah Tahun 2011, lepas dari tangan kota gelamai Payakumbuh.

Gelar selanjutnya, Piala Kalpataru buat Capt. H. Josrizal Zain, SE. MM., Walikota Payakumbuh, klasifikasi Pembina Lingkungan Hidup. Dua gelar lagi, Piala Adiwiyata buat sekolah berwawasan lingkungan yang direbut SMA Negeri 2 Payakumbuh dan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) yang akurat, sistematis dan realistis yang dibuat Kantor Linkungan Hidup Payakumbuh. Kalpataru, Adiwiyata dan Laporan SLHD Terbaik, baru tahun ini diukir pasangan Kepala Daerah yang dipercaya memimpin Partai Demokrat Sumbar dan Kota Payakumbuh ini.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan Piala Adipura buat Pemko Payakumbuh dan Kalpataru kepada Walikota H. Josrizal Zain yang keduanya diterima Walikota Josrizal Zain, dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di Istana Negara Jakarta, Selasa (5/6). Sedangkan, Piala Adiwiyata buat SMAN 2 Payakumbuh, diterima Kepseknya Drs. Junaidi dan penghargaan Laporan SLHD buat Payakumbuh, diterima Asisten II Drs. Yummardius, dari tangan Menteri LH, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA., dalam acara di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Selasa malam harinya.

“Ini torehan prestasi yang bersejarah bagi Payakumbuh. Kado istimewa dari Presiden SBY yang diterima pasangan Walikota Payakumbuh Josrizal Zain dan Wakil Walikota H. Syamsul Bahri, dipenghujung masa baktinya. Prestasi yang harus dipertahankan dan ditingkatkan,” ucap Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan, S.Sos., dan Ketua LKAAM Payakumbuh Indra Zahur Dt. Rajo Simarajo, SE.

Menurut Walikota Josrizal Zain dan Wakil Walikota Syamsul Bahri, prestasi yang diperoleh itu, bukan miliknya. Tapi, milik warga kota dan seluruh elemen masyarakat Payakumbuh. Karena itu, seluruh prestasi yang diukir, akan dipersembahkan kepada masyarakat Payakumbuh, dalam wujud syukuran, katanya.

Walikota Josrizal mengakui, sukses Payakumbuh merebut empat gelar terhormat itu, tak lepas dari peran serta masyarakat yang sangat tinggi. Ia menyadari, program yang dirancang tidak akan berjalan maksimal, jika tidak mendapat dukungan dari seluruh warga. Partisipasi masyarakat yang tinggi itu, dirasakan Pemko dengan berbagai prestasi terbaik ditingkat Provinsi dan Nasional.

Walikota merinci, sejumlah prestasi lainnya yang pernah diraih Payakumbuh, ditingkat Nasional, mulai dari Satya Lencana Pembangunan Koperasi, Indek Pembangunan Manusia (IPM), Kota Sehat Klasifikasi Tertinggi Swasti Saba Wistara (tingkat pembinaan), Citra Bhakti Abdi Negara, Inovasi Managemen Perkotaan (IMP), Indonesia Milenium Development Goals Award, Indonesian Green Regional Award, Kinerja PU Terbaik, Kelompok Wanita Tani Nasional, Satya Lencana Kebaktian Sosial, Karang Taruna Terbaik Nasional, Satya Lencana Akutila, Pelopor Serikat Anti Pengangguran dan sejumlah prestasi lainnya.

“Prestasi yang memperpanjang catatan sejarah bagi Payakumbuh itu, mudah-mudahan terus berlanjut oleh pimpinan kepala daerah mendatang,” simpulnya. BIN 801

 

Bakti Diakhir Jabatan Sebagai Walikota Payakumbuh

JOSRIZAL TERIMA KALPATARU

Payakumbuh, Solok dan Padang Panjang, tiga kota di Sumatera Barat sukses meraih Piala Adipura tahun ini. Kota Padang dan Lubuk Sikaping (Pasaman), hanya mampu meraih Plakat Adipura. Sementara, Pemprov Sumbar menerima penghargaan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Terbaik Nasional.

Dari tiga kota peraih Piala Adipura, Payakumbuh yang mencatat sejarah baru buat Sumatera Barat, karena mampu memboyong empat gelar bergengsi dan prestisius sekaligus dalam kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 2012. Capt H. Josrizal Zain, SE. MM., Walikota Payakumbuh, dua periode satu-satunya Kepala Daerah di Indonesia yang menerima Kalpataru, kategori Pembina Lingkungan Hidup.  

“Prestasi ini, tantangan bagi Kota/Kabupaten lainnya di Sumbar, untuk memecahkan rekor Payakumbuh,” ungkap Kepala Dinas Tata Ruang Kota dan Kebersihan Ir. Musdik dan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Ir. Syamsurial, M.Si,” ketika dihubungi, Selasa kemarin.

Piala Adipura yang diukir tiga kota dan Kalpataru yang diraih Josrizal Zain itu, membuat nama Sumatera Barat, berkibar dipentas Nasional. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menyerahkan Piala Adipura dan Kalpataru kepada Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain, Walikota Solok Irzal Ilyas dan Walikota Padang Panjang Syuir Syam, dalam acara di Istana Negara Jakarta, Selasa (5/6).

Dua gelar lainnya, Adiwiyata dan Laporan Status Lingkungan Hidup (SLHD) Terbaik, melengkapi dua gelar yang direbut Payakumbuh. Adiwiyata, lomba sekolah berwawasan lingkungan hidup, diraih SMAN 2 Payakumbuh. Dua SD, masing-masing SDN 66 Labuh Baru dan SDN 02 Balai nan Duo, meski lolos nominasi Nasional, tapi belum beruntung menjadi yang terbaik.

Sedangkan, penghargaan Laporan SLHD, diberikan Presiden melalui Menteri Lingkungan Hidup kepada Provinsi, Kota/Kabupaten yang membuat laporan SLHD, secara rutin tiap tahun. Laporan ini penting sekali disampaikan kepada pemerintah pusat dan dibuat tiap daerah, karena menggambarkan kualitas lingkungan hidup pada tahun berjalan dibandingkan tahun sebelumnya. Penghargaan ini, sebelumnya juga belum pernah dikantongi Kota Batiah.

Sejumlah Kota dan Kabupaten lainnya yang merebut Adiwiyata, selain Payakumbuh, masing-masing SDN 17, IV Korong (Kota Solok), SDN 01 Pauh, Kurai Taji (Pariaman), SDN 13 IV Koto Aur Malintang (Padang Pariaman), SDN 05 Pauh (Pasaman) dan SDN Aur Tajungkang Tigo Selo (Bukittinggi). Tingkat SLTP, MTsN Bukittinggi, SMPN 3, X Koto Singkarak (Kabupaten Solok), SMAN 2 Lubuk Basung, (Agam). Tingkat SLTA, MAN 2 Batusangkar (Tanah Datar) dan 6 sekolah dari Kota Padang.

Sementara, Kota dan Kabupaten lainnya yang menerima penghargaan SLHD, selain Payakumbuh adalah Padang dan Agam. Plakat Adipura, Penghargaan Adiwiyata dan SLHD, diserahkan Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dalam acara Malam Anugerah Lingkungan Hidup 2012, di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Selasa malam harinya kepada Gubernur, Walikota dan Bupati serta Kepsek penerima Piala Adipura, Kalpataru, Adiwiyata dan Laporan SLHD yang diterima sejumlah Kota dan Kabupaten di Sumatera Barat itu, akan diserahkan Walikota dan Bupati bersangkutan kepada Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno melalui Kepala Bapedalda Sumbar, Asrizal Asnan dalam acara diruang VIP Paviliun Sumbar, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (6/6) pagi ini.

Untuk selanjutnya, Gubernur akan menyerahkan kembali Piala Adipura, Kalpataru, Adiwiyata dan Laporan SLHD kepada daerah peraih penghargaan itu, guna dibawa ke daerah masing-masing. Dari Payakumbuh, keterangan Asisten II Setdako Drs. Yumardius, rombongan penjemput Piala Adipura, Kalpataru, Adiwiyata dan Laporan SLHD, terdiri dari pasukan kuniang, pelajar dan elemen masyarakat lainnya akan menyerbu BIM. Mereka, disebut akan menggendong pimpinannya, peraih Kalpataru. BIN 801

 

Kado Istimewa

Diakhir Jabatan Josrizal Zain-Syamsul Bahri

Pertama kalinya dalam sejarah, sejak didirikan 41 tahun lalu, Kota Payakumbuh meraih empat gelar sekaligus, dibidang yang sama, ditahun yang sama. Bahkan, ini pertama kali terjadi di Indonesia, sejak Kementerian Lingkungan Hidup menggagas berbagai program lingkungan hidup. Ya, tahun ini, dipenghujung kepemimpinannya, Josrizal Zain dan Syamsul Bahri beroleh kado istimewa dari Presiden RI berupa empat penghargaan dibidang lingkungan hidup secara bersamaan. Penghargaan Adipura, Kalpataru, Adiwiyata dan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD).

Penghargaan ini melengkapi kesuksesan duet pasangan JOSS mengendalikan Pemerintahan Kota Payakumbuh. Karena penghargaan ini tak lepas dari penghargaan-penghargaan sebelumnya. Penghargaan ini adalah bentuk pertahanan dan peningkatan dari prestasi-prestasi yang telah dicapai Payakumbuh sebelumnya, khususnya dalam hal keindahan dan kebersihan kota.

Meski tahun kemarin Adipura terlepas dari genggaman Payakumbuh, tahun ini penghargaan yang pernah diraih Payakumbuh lima tahun berturut-turut (2006-2010) itu kembali dimiliki. Ini adalah bukti komitmen Pemko Payakumbuh untuk mewujudkan kota hijau (green city). Komitmen itu pula yang membawa JOSS pada penghargaan Adiwiyata, SLHD dan Kalpataru.

Bagaimana tidak, JOSS tak pernah lelah mendorong pengetahuan dan kesadaran warga sekolah-sekolah di Payakumbuh untuk melestarikan lingkungan hidup. Setiap warga sekolah diajak ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat, dengan menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan hidup. Salah satunya mencanangkan program Bank Sampah.

Program yang dicanangkan Josrizal Zain tahun lalu itu berhasil meningkatkan kesadaran warga sekolah memilah dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Bank sampah terdiri dari 4 ruang pengumpul sampah. Masing-masing untuk sampah organik, organic kertas, an-organik plastik/botol dan B3 (Bahan Berbahaya & Beracun).

Tak hanya nilai kebersihan yang bertambah, lantaran tak ada lagi sampah yang berserakan disembarang tempat. Tapi Bank Sampah yang dikenal sebagai tempat menabung sampah itu juga bisa mendatangkan uang untuk sekolah. Karena sampah plastik yang dihasilkan dapat dijual kepada pengusaha barang buruak, sementara sampah basah bisa diolah menjadi pupuk kompos.

Dan sekarang, tak hanya bersih dan dapat uang. Payakumbuh juga memperoleh penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup atas keberhasilan SMA 2 Payakumbuh mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.

Bukan saja disekolah, kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat telah merasuk kedalam diri setiap warga Payakumbuh, dari Kecamatan hingga Kelurahan, bahkan pasar. Pengolahan bank sampah Kecamatan ada, Kelurahan pun demikian. Pengolahan sampah menjadi pupuk kompos tak hanya dilakukan warga Kelurahan, tapi juga warga pasar tradisional Ibuh. Bahkan kompos yang dihasilkan Pasar Ibuh Payakumbuh diakui kehebatan kualitasnya dinasional.

Persoalan sampah hanya sebagian dari kesungguhan JOSS menuju Green City. Penghargaan SLHD dan Kalpataru adalah bukti kompleksitas JOSS dalam melestarikan lingkungan hidup. Kalpataru adalah pengakuan pemerintah pusat untuk kepeloporan Josrizal Zain dalam pelestarian lingkungan hidup di Kota Payakumbuh. Bukti betapa kuatnya usaha Josrizal menghadirkan sanitasi di Kota Payakumbuh, dari awal hingga ujung kepemimpinannya saat ini.

Begitu juga dengan SLHD, penghargaan itu menggambarkan kualitas lingkungan hidup Payakumbuh pada tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Komunikasi manusia Payakumbuh dengan alam sekitarnya berjalan baik. Berbagai kegiatan masyarakat Payakumbuh mampu merubah status sumber daya lingkungan (air, udara, tanah, hutan). Pemerintah dan swasta menunjukkan respon baik untuk perbaikan kondisi sumber daya lingkungan, melalui kebijakan dan kerjasama. Semua itu terdokumentasi dengan baik dan tertata rapi dalam laporan status lingkungan hidup daerah Kota Payakumbuh yang diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup. BIN 801

 

 

 

 
Joomla! is used for?
 

Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini8803
mod_vvisit_counterKemarin2200
mod_vvisit_counterMinggu Ini23853
mod_vvisit_counterMinggu Kemaren73681
mod_vvisit_counterBulan Ini183059
mod_vvisit_counterBulan Kemaren179375
mod_vvisit_counterSemuanya3450271

We have: 11 guests, 29 bots online
Your IP: 54.234.231.49
 , 
Today: Mei 23, 2013

INVESTIGASI

Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok
09-06-2010 | Mingguan BAKINNews
article thumbnail

Hati-Hati Menerima Ajaran Agama Solok, BAKINNews--- Hal yang sama juga dikomentari oleh Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok, Jum’at (4/6) di Solok terhadap Ajaran sesat dan menyesatkan umat Islam yan [ ... ]


Lainnya

POLITIK

Bupati Tuntut PNS Berlaku Netral Dalam Pemilu Kada
12-06-2010 | Mingguan BAKINNews
article thumbnail

Agam, BAKINNews---Bupati Agam H. Aristo Munandar buka kartu, tentang keberadaan Dinas Kominfo Agam. Menurutnya, Dinas Kominfo bukan tukang foto, tetapi corong Pemkab Agam. Fungsinya sangat strategis d [ ... ]


Lainnya


Situs Resmi Portal Mingguan Bakinnews.com | Developer by Multisoft 165 | Qinqua.com