logo


PENGUNJUNG ONLINE

Ada 27 tamu online

Search

PARIWARA

Sejak Kab. Pasaman Dipimpin Benny Utama

article thumbnail

Selain Bertabur Prestasi, No 4 Besar di Pulau Sumatera Tak bisa dipungkiri dan memang kenyataan fakta membuktikan bahwa Kabupaten Pasaman yang dinahkhodai oleh Benny Utama dari waktu kewaktu te [ ... ]


Lainnya
Home KOTA Kota Padang Panjang Puluhan Tahun Mengabdi di STSI, Irsyad Adam Yang Setara Dengan Idris Sardi Hanya Dibayar Rp. 40 ribu Perbulan
Puluhan Tahun Mengabdi di STSI, Irsyad Adam Yang Setara Dengan Idris Sardi Hanya Dibayar Rp. 40 ribu Perbulan
Ditulis oleh Mingguan BAKINNews   
Rabu, 07 Juli 2010 18:42
Sangat memiriskan, adik kandung dari Bustanul Arifin Adam yang namanya sudah di monumenkan di salah satu gedung STSI Padangpanjang (Huriah Adam), Irsyad Adam hanya dibayar 40 Ribu Rupiah sebagai staf honorer pengajar di STSI Padangpanjang. Layakkah???

Padangpanjang, BAKINNews---Salah Seorang Pelaku Seni Padangpanjang yang telah mengabdi di salah satu Sekolah Tinggi Seni yang ada di Kota Padangpanjang, dinilai tak mendapat upah yang layak. Sebab, STSI yang akan menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) ini, harus lebih memperhatikan pelaku seni yang sudah mengabdi di sekolah seni tersebut, bahkan tingkat kesejahteraannya, semestinya sebanding dengan ilmu yang di ajarkannya di STSI.

      Irsyad Adam, Adik Kandung dari Bustanul Arifin Adam dan Huriah Adam yang namanya sudah di monumenkan disalah satu gedung yang ada di STSI ini, dalam pengabdiannya terhadap seni di STSI, sebagai tenaga honorer, hanya di hargai Rp. 40 Ribu setelah dipotong Pajak. Manusiawikah?

      Seperti yang dituturkan oleh Irsyad Adam sendiri di Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina Kota Padangpanjang, Selasa (6/7), mengatakan, honor Rp. 40 Ribu yang diterimanya setiap bulan setelah dipotong pajak tersebut, telah terjadi sejak dari Tahun 90 an sampai saat ini, setelah Beliau pensiun dari ASKI (nama STSI kala itu-red), tak ada peningkatan.

      Laki-laki yang sudah dimakan usia ini menuturkan kisahnya kepada BAKINNews, awalnya Beliau di Jogya setelah menamatkan sekolah seni di luar negeri dan bekerja di sekolah musik AMI Jogya dan kala itu STSI belum ada, di Jogya sebagai tenaga harian, lalu pindah ke Jakarta. Nasib baik sesampai di Jakarta, SK pegawai negeri-pun keluar.

      “Selama di Jakarta mengajar seni 3 Tahun, setelah adanya ASKI, Saya diminta untuk pindah ke Padangpanjang (masih satu Tahun berdirinya ASKI), berikut juga dengan Bustanul Arifin Adam yang menjadi Ketua ASKI saat itu. Saat ini saya mengajar Biola di jurusan Seni Musik,” ujarnya dengan tatapan kosong.

      Lanjutnya, Saya sudah mengajar di ASKI dari Tahun 67, sedangkan Tahun 80 baru ada jurusan musik. Setelah Saya pensiun dari ASKI dan tenaga Saya masih dipakai, maka Saya tetap mengabdi sebagai pengajar honorer di ASKI yang saat ini bernama STSI dan akan berganti menjadi ISI,” terangnya berkisah.

      Hal tersebut, dibenarkan oleh Kepala Humas STSI Dafit Rajo Alam atau biasa dipanggil Suhu ini. Kepada BAKINNews Dafit mengatakan, tidaklah layak sebagai pelaku seni pertama di Sumatera Barat ini, dinilai hanya dengan Rp. 40 Ribu saja.

      “Sedapatnya, STSI yang akan maju menjadi ISI ini, juga maju pola pikirnya mengenai penghargaan terhadap pelaku-pelaku seni dan perintis seni yang honorer di STSI, hanya dihargai tak lebih dari tukang sampah, malah lebih besar gaji tukang sampah saat ini,” papar Dafit.

      Lanjutnya, upah dari pengumpul sampah di Padangpanjang Rp. 40 Ribu per Hari, sementara honor dari pelaku seni Rp. 40 ribu per Bulan. Harapan Saya, papar Dafit lagi, sedapatnya para senat, petinggi-petinggi STSI, dapat memberikan penghargaan pada pelaku seni itu sendiri, agar jangan sampai menilai rendah terhadap seni tersebut, dan sedapatnya, para pelaku seni juga, jangan sampai mau dinilai rendah. BIN 666   

 
Joomla! is used for?
 

Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini5161
mod_vvisit_counterKemarin4514
mod_vvisit_counterMinggu Ini5161
mod_vvisit_counterMinggu Kemaren33549
mod_vvisit_counterBulan Ini194118
mod_vvisit_counterBulan Kemaren179375
mod_vvisit_counterSemuanya3461330

We have: 13 guests, 14 bots online
Your IP: 23.22.76.170
 , 
Today: Mei 25, 2013

INVESTIGASI

Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok
09-06-2010 | Mingguan BAKINNews
article thumbnail

Hati-Hati Menerima Ajaran Agama Solok, BAKINNews--- Hal yang sama juga dikomentari oleh Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok, Jum’at (4/6) di Solok terhadap Ajaran sesat dan menyesatkan umat Islam yan [ ... ]


Lainnya

POLITIK

Bupati Tuntut PNS Berlaku Netral Dalam Pemilu Kada
12-06-2010 | Mingguan BAKINNews
article thumbnail

Agam, BAKINNews---Bupati Agam H. Aristo Munandar buka kartu, tentang keberadaan Dinas Kominfo Agam. Menurutnya, Dinas Kominfo bukan tukang foto, tetapi corong Pemkab Agam. Fungsinya sangat strategis d [ ... ]


Lainnya


Situs Resmi Portal Mingguan Bakinnews.com | Developer by Multisoft 165 | Qinqua.com