logo


PENGUNJUNG ONLINE

Ada 56 tamu online

Search

PARIWARA

Sejak Kab. Pasaman Dipimpin Benny Utama

article thumbnail

Selain Bertabur Prestasi, No 4 Besar di Pulau Sumatera Tak bisa dipungkiri dan memang kenyataan fakta membuktikan bahwa Kabupaten Pasaman yang dinahkhodai oleh Benny Utama dari waktu kewaktu te [ ... ]


Lainnya
Home KOTA Kota Padang Panjang Ada Apa Dengan Guru Idris Sardi Dan Kakak Kandung Hoerijah Adam Pendiri ISI
Ada Apa Dengan Guru Idris Sardi Dan Kakak Kandung Hoerijah Adam Pendiri ISI
Ditulis oleh Mingguan BAKINNews   
Minggu, 01 Agustus 2010 14:01
Sang Maestro Lulusan Conservatori Brussel Belgia, Hanya Berhonor Rp. 40 Ribu

Tak disangka, Irsyad Adam itu pernah mengajarkan seni gesekan biola kepada Idris Sardi sang Maestro Indonesia yang begitu terkenal. Namun, siapa Beliau sebenarnya? Dan apa yang telah beliau dapatkan di Sekolah Seni tempat Beliau mengabdi selama ini? Entahlah, namun yang pasti setiap bulannya, hanya honor Rp. 40 Ribu setelah dipotong Pajak. Maka, perhatikanlah Beliau, sebelum Padangpanjang dan Sumbar, benar-benar kehilangannya.

Padangpanjang (Sumbar), BAKINNews--- Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang didirikan pertama kali dengan nama Koservatori Karawitan Indonesia (KOKAR). Namanya kemudian diubah menjadi Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padangpanjang. Menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padangpanjang pada 15 Juni 1999.

Sepanjang perjalanan metamorfosis ISI tersebut, Bustanul arifin Adam, Irsyad Adam dan Hoerijah Adam, adalah saksi sejarah perkembangan Institut Seni yang ada di kota Serambi Mekah ini. Namun, tanpa kita sadari, Idris Sardi sang maestro Indonesia yang telah terkenal baik di tingkat Nasional, maupun Internasional, pernah di ajar oleh Irsyad Adam.

    Hal itu, terungkap dari Dafit Rajo Alam yang biasa dipanggil Suhu selaku Kepala Humas Institut Seni Indonesia (ISI), saat bincang-bincang bersama BAKINNews di RM Simpang Lapan Padangpanjang, beberapa hari lalu.

Dafit, mengatakan, Idris Sardi sempat belajar bersama Irsyad Adam dahulunya dan telah banyak Maestro-maestro yang terkenal yang telah belajar dengan Irsyad Adam sang lulusan Conservatori di Brussel, Belgia itu.

Dikatakan, saat peresmian STSI menjadi ISI, Idris Sardi sempat melihat berita Media ini, seraya mengatakan, ini sangat memiriskan, tutur Idris Sardi kepada Dafit disela-sela persiapan penampilannya di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam ISI Padangpanjang.

Saat ditanyakan kepada Dafit, mengenai apakah sudah ada perhatian dari Pengurus ISI, Dafit mengatakan, katanya para pengurus ISI akan rapat untuk membahas permasalahan dari Irsyad Adam, sampai saat ini hanya sampai disitu saja.

Sementara, tanpa disengaja Nursyirwan DN mantan Anggota DPRD Tanah Datar dan juga seorang Wartawan senior (Anggota PWI), juga menanggapi hal yang sama. Dikatakannya, memang Ia tidak mengerti dengan Seni. Namun, Nursyirwan DN pernah melihat dari pertunjukan Irsyad Adam.

“Saya tidak mengerti dengan seni, tapi Saya pernah melihat pertunjukannya. Setiap penampilannya, selalu memukau para penonton. Kalau kita tilik besaran honor yang diberikan kepada Irsyad Adam, sepertinya memang tidaklah layak,” papar Nursyirwan DN.

Lanjutnya, Rp. 40 Ribu per Bulan tersebut, tidaklah layak, kenapa dinegeri ini seni itu tidak begitu dihargai. Sementara, lanjutnya, seni adalah hal yang tak ternilai harganya alias sangat mahal, tak semua orang yang dapat melakukan seni ini dengan baik dan tanpa melalui proses yang panjang, ujar Nursyirwan DN.

Seperti pemberitaan BAKINNews edisi lalu,  Hoerijah Adam, itulah salah satu nama dari gedung pertunjukan yang ada di kampus ISI dan juga dijadikan tempat peresmian nama Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) yang diresmikan langsung oleh Mentri Pendidikan baru-baru ini. Nama tersebut, dimonumenkan di ISI, untuk mengenang salah satu pelaku seni yang telah membesarkan nama Institut Seni yang ada di kota Serambi Mekah ini.

Tahukah Anda siapa Hoerijah Adam? Beliau adalah adik kandung dari Irsyad Adam yang saat ini masih aktif memberikan ilmunya yang sangat istimewa tersebut ke Mahasiswa ISI, sebagai tenaga honorer. Dibalik itu semua, siapa yang tak tahu dengan Irsyad Adam, banyak kalangan pecinta seni, manantikan pertunjukan dari gesekan biolanya.

Namun, setelah keluarnya berita di BAKINNews mengenai keadaan diri dari seorang Irsyad Adam yang bisa dikatakan sudah dimakan usia tersebut. Banyak kalangan yang menyayangkan, apa yang diterima oleh Irsyad Adam di ISI Padangpanjang, tidaklah layak.

Sedemikan banyaknya respon yang menyayangkan hal tersebut, salah satunya adalah Abrar, S.Ag., sebagai tokoh Masyarakat Padangpanjang, juga sedang menjalani amanah Masyarakat di DPRD Kota Padangpanjang.

Kepada BAKINNews Abrar mengatakan, kalau benar Irsyad Adam hanya dibayar Rp. 40 Ribu, ini benar-benar memiriskan. Tapi sayangnya, lanjut Abrar, ISI adalah Lembaga Pendidikan Vertikal, yakni lembaga yang langsung dibawah Dirjen Pendidikan, dalam hal ini saya tidak bisa menanggapi secara langsung.

“Saya tidak bisa menanggapi hal ini langsung kelembaganya sebagai Anggota DPRD, mengingat ISI adalah lembaga Vertikal, dalam hal ini Saya tidak punya wewenang penuh.  Namun, saya hanya bisa memberi himbaunan sebagai tokoh Masyarakat Padangpanjang, sebab Irsyad Adam adalah Warga dari Padangpanjang sendiri, untuk mengkaji ulang honor yang diberikan tersebut,” jelas Abrar.

Dikatakan, disini timbul pertanyaan Saya, bebarapa sebenarnya honor dari dari pengajar honorer yang sebenarnya di ISI? Mengingat pembayaran Rp. 40 Ribu tersebut, sangat jauh dibawah Upah Minimum Regional dan Upah Minimum Propinsi (UMR dan UMP).

“Berapa sebenarnya upah dari tenaga pengajar honor di ISI? Tapi himbauan Saya, bayarlah honor sesuai dengan Ilmu yang di berikannya di Kampus ISI. Sebab menurut Saya, Rp. 40 Ribu belumlah layak dan masih jauh dari kesejahteraan. Maka dari itu untuk ISI, Saya tekankan, bayarlah secara layak sesuai dengan pembayaran yang sebenarnya,” tegas Abrar mengakhiri. BIN 666

 
Joomla! is used for?
 

Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini3881
mod_vvisit_counterKemarin6907
mod_vvisit_counterMinggu Ini3881
mod_vvisit_counterMinggu Kemaren36658
mod_vvisit_counterBulan Ini199745
mod_vvisit_counterBulan Kemaren179375
mod_vvisit_counterSemuanya3466957

We have: 16 guests, 40 bots online
Your IP: 23.22.212.158
 , 
Today: Mei 26, 2013

INVESTIGASI

Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok
09-06-2010 | Mingguan BAKINNews
article thumbnail

Hati-Hati Menerima Ajaran Agama Solok, BAKINNews--- Hal yang sama juga dikomentari oleh Edi Warlis Tokoh Masyarakat Solok, Jum’at (4/6) di Solok terhadap Ajaran sesat dan menyesatkan umat Islam yan [ ... ]


Lainnya

POLITIK

Bupati Tuntut PNS Berlaku Netral Dalam Pemilu Kada
12-06-2010 | Mingguan BAKINNews
article thumbnail

Agam, BAKINNews---Bupati Agam H. Aristo Munandar buka kartu, tentang keberadaan Dinas Kominfo Agam. Menurutnya, Dinas Kominfo bukan tukang foto, tetapi corong Pemkab Agam. Fungsinya sangat strategis d [ ... ]


Lainnya


Situs Resmi Portal Mingguan Bakinnews.com | Developer by Multisoft 165 | Qinqua.com